Sabtu, 16 Februari 2019

Aku, Kamu dan Dia

Satu waktu dalam perjalanan ku,  aku pernah punya mimpi, mimpi yang terinspirasi ketika aku menghabiskan malam malam ku di sebuah desa yang jauh dari keramaian, di tempat paling tinggi di sebuah propinsi negeri ini.


Membuka hari dengan aroma kopi segar. kicauan burung menemani ku.
Suara anak anak berceloteh melewati ku dengan seragam sekolah mereka.
Senyum tulus tetangga.
Salam hangat sahabat.

It's gonna be a wonderful day!!!

Hari yang kututup dengan canda ringan.
Hari yang tanpa kepura-puraan.
Hari yang tanpa trik dan strategi.
Hari yang tanpa konflik dan salah paham.
Hari yang sarat dengan damai.

Yes, it was a wonderful day!!!

Air mata ku jatuh setiap kali aku berkemas di hari terakhir.
I don't want to leave, but I have to.

Aku tau aku harus meninggalkan surga ini.
Kembali ke kehidupan ku.
Kembali ke kewajiban ku.
Kembali ke tanggung jawab ku.

Dan aku pun berangan angan.
Seandainya aku dilahirkan sebagai anak desa....
Seandainya aku tidak pernah mengenal kehidupan kota....
Seandainya......
Dan seandainya.....

It won't be me!

Tidak akan ada AKU di dunia ini.
Tidak akan ada kehidupan lain di dalam AKU.

Tapi AKU ada sekarang. 
Dengan karakter ku
Dengan rupa ku
Dengan darah ku
Dengan kisah ku

Tokoh AKU pun terbentuk.

Tidak ada yang persis sama di dunia ini.
Karakter ku bukan satu satu nya. 
Rupa ku sering salah dikenali orang. 
Darah ku hanya dimiliki keluarga ayah ibu ku. 
Tapi kisah ku,  hanya milik AKU.

Hanya ada satu AKU di dunia ini.

Bangga?  For sure,  yes,  i am.


Aku bukan kamu dengan kisah mu.
Aku bukan dia dengan kisah nya.

Sebagai orang beragama, kita percaya pada karya ciptaan Nya.

Tapi tahukah kita,  
bahwa setiap detil kehidupan kita, 
 kehidupan ku dan kehidupan mu,  
telah direncanakan bahkan sebelum tetes pertama ?

Sel telur dan sel sperma siapa yang akan bertemu. 
Dalam kandungan siapa embrio itu akan ditempatkan
Keluarga mana yang mendapat mandat untuk membesarkan nya. 
Lingkungan seperti apa yang akan membentuk karakter nya

Ketika siap untuk mencari jalan sendiri,  
tiap kehidupan pun diperlengkapi 
sesuai dengan peran nya masing masing.

Cangkul untuk sang petani. 
Kail dan jala untuk si nelayan. 
Panah dan tombak untuk pemburu.


Tidak ada alasan bagi ku 
untuk melihat apa yang kamu punya. 
Tidak ada alasan bagi ku 
untuk cemburu pada apa yang dia punya.

Karena nelayan tidak memerlukan cangkul. 
Dan petani tidak memerlukan panah.

Ketika kita masih di bangku sekolah,  
lingkungan kita mencekoki pikiran kita untuk menjadi seperti pak guru ANU atau bu dokter ITU

Ketika kita sudah membentuk kehidupan kita sendiri,  lingkungan pulalah yang menuntut kita untuk memiliki rumah seperti rumah Oom ITU atau mobil seperti mobil Mas ANU.

Kehidupan orang lain lah yang kita inginkan.
Bukan kehidupan kita sendiri.

Padahal,  mereka juga punya kisah sendiri.
Dia juga punya kisah sendiri.
Kamu juga punya kisah sendiri.


Alih alih mencari tahu mimpi mu
Aku memiliki mimpi ku sendiri
Bukan mimpi menjadi orang lain.

Cause my story hasn't been ended yet

Alih alih terlibat dalam kisah mu
Aku memiliki kisah impian ku sendiri
akan tahun tahun terakhir ku.

Tahun yang tanpa kepura-puraan. 
Tahun yang tanpa trik dan strategi. 
Tahun yang tanpa konflik dan salah paham. 
Tahun yang sarat dengan damai.

Alih alih menyesali apa yang tidak aku miliki
Aku memiliki mimpi.
Untuk dapat berkarya 
dengan apa yang aku punya.

Alih alih mencari jawaban kemisteriusan
Aku memiliki mimpi
Untuk dapat bersahabat dengan alam 
Dengan pohon dan gunung. 
Dengan tanah dan air. 
Dengan burung dan mamalia.


Aku,  kamu dan dia
Memiliki kisah yang berbeda
Memikul tanggung jawab yang berbeda. 
Dilengkapi dengan alat yang berbeda pula.

Aku tidak bisa menjadi kamu. 
Kamu tidak mungkin menjadi dia.

Aku, kamu dan dia. 
Berada di jalan masing masing. 
Dengan satu tujuan yang sama. 
Menemukan maksud karya ciptaan Nya

Di dalam aku. 
Di dalam kamu. 
Di dalam dia




Kamis, 14 Februari 2019

GELAS GELAS KACA

Ketika aku mendengar jeritan hati seorang lelaki "sempurna" yang jatuh cinta lagi setelah silver wedding anniversary nya beberapa tahun lalu, aku melihat nya seperti sebuah gelas kaca.

Bukan seperti kisah di balik lagu Gelas Gelas Kaca yang populer puluhan tahun lalu, yang "...... bercerita tentang curahan hati anak yatim piatu yang hanya bisa bercerita kepada kaca."

Bukan seperti apa yang di dalam gelas kaca itu.
Tetapi seperti gelas kaca itu sendiri.

Suami yang bertanggung jawab.
Setia.
Sayang keluarga.
Lelaki yang bebas dari gosip.

Latar belakang pernikahan nya membuat gelas itu rapuh.


Penempatan gelas itu di tempat yang aman dan jauh dari debu saja lah yang membuat gelas itu tampak kuat dan abadi.

Tidak untuk debu.
Tidak untuk disentuh.
Tidak untuk digunakan.
Bahkan tidak untuk menjadi retak sekalipun.

So secure.

Tapi kaca adalah kaca.
Sama seperti benda lain di bumi ini,  tidak afa yang abadi.

Segala sesuatu memiliki batas nya.
Segala sesuatu memiliki umur.

Dia takut untuk melangkah. 
Dia takut untuk bertindak.

Dia takut untuk kembali 
seperti yang diinginkan pembuat nya.

Dia takut 
untuk melepas status nya sebagai gelas hiasan.

Dia takut untuk keluar 
dari lemari nya selama puluhan tahun.

Tragis nya,  
Dia takut untuk jujur kepada dirinya sendiri.


Beberapa perempuan datang dan pergi dalam kehidupan nya.
"Aku anggap sebagai saudara perempuan ku. "

Munafik ?
Pencitraan diri ? 
Sekedar menjaga perasaan pasangan nya?














Atau.......  Jaim?

Jaga image nya sebagai lelaki yang setia.
Jaga image nya sebagai pasangan yang sempurna.
Jaga image nya sebagai teman yang bersih
Dan bebas dari terpaan gosip

We don't know. 

Itu adalah pilihan nya.

Be perfect or be yourself

Walau pada satu waktu,  lelaki sempurna ini sampai kepada satu titik,  "Bagaimana dengan perasaan ku sendiri? ".................

Walau gelas kaca itu pun bergoyang. .............

Pelan. ..........
Sedikit. ........
Tidak banyak  ............ 
Tidak mungkin jatuh.......... 
Apalagi retak..........

Dia pun kembali berdiri tegak. 

Perfecto!!!

Entah sudah berapa hati dihancurkan nya. 
Entah sudah berapa tetes air mata jatuh ke bumi karena nya.
Entah sudah berapa pasang mata menjadi lebam karena keputusan nya.

Dia masih menjadi sebuah gelas kaca pajangan,  
menjadi seperti yang orang inginkan untuk dilakukan nya.

Dia lebih memilih untuk hidup di balik topeng nya
Bukan menjadi diri nya sendiri.

Dia memilih untuk menjadi "tampak" sempurna,  walau dia tau dengan pasti nobody's perfect,  tidak ada orang yang sempurna. 

Sehingga ketika dia gagal untuk menjadi sempurna,  tidak ada henti nya lelaki ini menyalahkan dirinya sendiri. 

So tragically!!!


Dan aku pun berbisik pelan

Bila untuk menjadi sempurna 

aku harus menyakiti banyak orang  

aku memilih untuk menjadi tidak sempurna.




Bila untuk menjadi sosok

seperti yang diinginkan orang lain,

aku harus mengorbankan diriku sendiri

aku memilih untuk  tidak mendengarkan 

apa kata orang dan

 menjadi  diriku apa adanya


Senin, 28 Januari 2019

SANG MAESTRO

Berada di ujung jalan Gubeng Surabaya, Maestro,  tempat digital printing ini tampak ramai dikunjungi orang yang datang dan pergi, membuatku berhenti sejenak sambil memutar kembali memori di kepala ini.

Nama ini cukup familiar.

Yah....  Aku melihat nya beberapa kali ketika menyusuri jalanan kota Malang.

Nama yang muncul pertama kali dalam benak siapa pun yang memerlukan nya,  khusus nya di kalangan muda mudi kota pelajar itu.

Sejenak aku terpaku ketika dalam sebuah kesempatan,  aku dikenalkan seorang kawan kepada pemilik usaha ini.

Berpenampilan apa adanya dengan celana bermuda nya ditambah dengan celetukan celetukan ringan yang keluar dari bibir nya,  tidak membuat lelaki setengah abad ini tampak berbeda dengan teman teman sebayanya.

Keberhasilan nya di dalam usaha yang dirintis nya sedari masih di bangku sekolah tidak membuat nya lupa akan jati diri nya sendiri.

Dia masih seorang teman bagi kami. 

Dia masih seorang sahabat yang rendah hati.
Dia masih mau bergurau 
dengan teman teman sepermainan nya dulu,  
walau waktu telah menempatkan kami 
pada posisi yang berbeda.

Dia masih tetap mencintai dan dicintai

Rasa cinta nya pada para karyawan nya pun berbalik kepada nya lagi ketika diterimanya kejutan manis yang mereka berikan di pintu rumah nya ketika berulang tahun.


"Aku selalu katakan pada mereka,  
kalau aku memerlukan mereka.  
Tapi aku pun mencintai mereka.  
Seandainya ada peluang kerja lebih baik,  
aku tidak akan melarang mereka 
buat meraih kesempatan itu 
demi masa depan nya, 
karena itu adalah hak mereka. 
Tapi tolong beri waktu 
untuk mengisi kekosongan nya setelah itu. "

Sungguh bijaksana!

S U D A T N O

Tidak banyak yang bisa aku buka dalam lembaran album masa kecil ku,  tapi aku tau dengan pasti,  dialah teman sekolah ku dulu.

Walau suka main seperti anak anak lain nya,  Sudatno muda sudah memikirkan hidup nya sekian tahun mendatang.

Putra pemilik depot mie ini berani mengambil langkah pertama nya.

"Aku memulai dengan mesin foto copy bekas seharga lima ratus ribu," ujar nya merendah.

Anak muda yang luar biasa ini sanggup melihat peluang.

Tiga puluh tahun lalu,  tempat foto copy adalah tempat yang wajib dikunjungi para pelajar dan mahasiswa.

Sudatno muda berdiri dan meraih peluang itu walau dengan berjinjit di ujung jari kaki nya.

Pemuda ini melangkah, 
perlahan dan pasti. 

Kaki nya berdarah. 
Tulang nya nyeri. 
Jemari  nya membengkak. 
Kuku nya patah merobek kulit nya.


Tersandung, tapi dia mampu bangkit lagi.
Dan kembali melanjutkan perjalanan nya.


Ketika era keemasan fotocopy tergeser oleh digital,  dia tidak mengijinkan matanya melihat akhir perjalanan nya. 

Justru saat itulah dia sanggup melihat nya sebagai awal babak baru dalam usaha nya.

Bahkan di usia nya sekarang,  ketika teknologi laser mulai memasuki dunia industri,  bapak dua orang pangeran ini mampu menangkap peluang itu sebagai langkah awal untuk generasi penerus nya.  

Dia membuktikan pada dunia,  bahwa dia sanggup.

Dia sanggup menahan diri di saat teman teman sebaya nya menikmati masa muda mereka.
Dia sanggup bergerak mengikuti jaman,  ke mana pun arah nya.

Bahkan dia sanggup menahan mimpi kekasih nya akan sebuah pesta pernikahan yang megah,  mimpi yang akhirnya terwujud dua puluh lima tahun kemudian, persis di Silver Wedding Anniversary mereka.

Sudatno layak mendapatkan hiburan dari seorang diva negeri ini!



S U D A T N O

Menolak disebut boss,  
pengusaha fotocopy ini 
belum melihat akhir dari perjuangan nya.

Bukan untuk diri nya sendiri
Tapi untuk kedua putra mahkota nya




Tetap lah berjuang,  sahabat. 
Tetap lah menjadi inspirasi kami. 
Tetap lah memegang ilmu padi,
Ilmu ketimuran dalam kancah globalisasi.


kupandangi dari atas tanah yang retak
kupandangi dari atas tanah 
yang tergenang
diselimuti air

warnamu yang semakin hari terlihat kuning
selalu terganti hijau 
yang enggan untuk hilang
menunduk ditiup angin
menari dihinggapi capung




Bravo,  Maestro! 

Bravo,  kawan!



Sabtu, 26 Januari 2019

DOSA versus KASIH

Bobby Griffith,  seorang gay dari keluarga aktivis gereja,  ditemukan tewas bunuh diri pada tahun 1980 an.


Di hari pemakaman nya,  Mary Griffith,  sang ibunda,  terperangkap dalam kesedihan yang mendalam karena yakin putra terkasih nya itu menjadi penghuni neraka.

Sampai akhir nya,  Mary mendapatkan jawaban lewat Rev. Whitsell,  pendeta dari gereja di mana Bobby beribadah selama ini.

Tuhan saja menerima Bobby,  masakan kami tidak?

Mary pun tersentak.

Kisah Sodom dan Gomora yang telah dibumihanguskan 
bersama para gay nya,  
kisah yang telah dihafalkan nya selama bertahun tahun,  
kisah yang sering digunakan nya sebagai senjata melawan dosa, 
telah mengalahkan kasih nya pada anak nya sendiri.

Bobby, putra kesayangan nya,  tidak sanggup menahan kekecewaan yang teramat besar  pada ibu nya, pada orang orang dekat nya,  pada gereja nya,  pada pelayanan nya selama ini.

Lelaki muda ini tidak memiliki siapa siapa ketika dia memerlukan a shoulder to cry on.

Kesepian,  kegagalan,  perasaan berdosa,  ketakutan nya,  membuat nya mengambil langkah nekad dengan mengakhiri hidup nya.

Dia tidak merasakan secuil kasih pun dari orang orang terdekatnya,  terlebih lagi ketika pasangan gay nya memilih untuk menjadi normal karena desakan keluarga dan lingkungan nya.

Dan Bobby Griffith bukan satu satu nya anak Tuhan yang terjebak dalam tuduhan dosa,  dosa,  dan dosa.

Di akhir jaman ini,  gereja dipenuhi oleh orang orang berdosa, bahkan banyak dari mereka yang menjadi sampah masyarakat.

Gereja menerima mereka dengan tangan terbuka.

Puji Tuhan!!

Tapi sanggupkah gereja memelihara dan membesarkan mereka?

Hampir empat puluh tahun perjalanan kekristenan ku,  aku melihat, mendengar,  bahkan mengalami banyak kekecewaan terhadap gereja.

Tuduhan dosa, dosa,  dan dosa,  acapkali  tersirat dan tersurat dalam setiap komunikasi dalam komunitas eksklusif ini.

Mereka mengatakan nya teguran.
Dan mereka tidak salah.

Bukankah kita wajib menegur seorang akan yang lain? 

Hendaklah perkataan Kristus diam 
dengan segala kekayaannya di antara kamu, 
sehingga kamu dengan segala hikmat 
mengajar dan menegur seorang akan yang lain 
dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian 
dan nyanyian rohani, 
kamu mengucap syukur 
kepada Allah di dalam hatimu.  
( Kolose 3:16 )



Salah kah Mary Griffith menegur putra nya?
TIDAK. Sangat alkitabiah. 

Kesalahan fatal nya adalah ketika dia menggunakan kata kata yang salah :

I never have a gay son. 
Aku tidak pernah punya seorang putra gay.

Kesalahan fatal nya adalah ketika dia menempelkan ayat ayat alkitab di dalam setiap sudut rumah yang menguatkan tuduhan nya itu,  agar Bobby senantiasa membaca dan mengingat nya. 

Dan itu merupakan teror bagi seorang Bobby. 

Kesalahan fatal nya adalah ketika tidak bisa menerima alasan Bobby yang tidak mampu untuk berubah menjadi seperti keinginan nya.

Kesalahan fatal nya adalah ketika lelaki muda ini tidak dapat lagi merasakan kasih seorang ibu.

DOSA atau KASIH.

Dua perbedaan besar yang dapat dilihat dengan mata awam sekalipun. 

Namun pada saat yang bersamaan,  kabut tebal menyamarkan pandangan kita. 

DOSA selalu muncul setiap kali kita menyelidiki Hukum Taurat.

KASIH senantiasa terasa dalam ajaran Yesus.

Kedua hal yang dianggap bertentangan inilah yang membuat para imam dan ahli taurat mengutuki Yesus.

Dan Yesus mengetahui apa yang ada dalam pikiran mereka,  sehingga Dia berkata :

"Janganlah kamu menyangka, 
bahwa Aku datang untuk meniadakan 
hukum Taurat atau kitab para nabi. 
Aku datang bukan untuk meniadakannya, 
melainkan untuk menggenapinya. 
( Matius 5:17 )


Para imam Farisi dan ahli Taurat pun mendesak Nya dengan bertanya :

"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" ( Matius 22:36 )

Dan Yesus menjawab mereka :

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, 
dengan segenap hatimu 
dan dengan segenap jiwamu 
dan dengan segenap akal budimu. 
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, 
yang sama dengan itu, ialah: 
Kasihilah sesamamu manusia 
seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah 
tergantung seluruh hukum Taurat 
dan kitab para nabi." 
( Matius 22:37-40 )

KASIH. 
Itulah jawaban Yesus 
tentang inti dari hukum Taurat.



4 hukum pertama dari 10 hukum itu adalah untuk menjaga hubungan kita dengan Tuhan kita.
Sementara 6 lain nya adalah untuk menjaga keharmonisan dengan sesama. ( Ulangan 5:16-21 ).

Pernah kah kita bertanya,  mengapa Tuhan menurunkan semua perintah dan laranganNya itu?
Tuhan punya alasan.

Hormatilah ayahmu dan ibumu, 
karena  bila tidak,  akan melahirkan kekecewaan.

Jangan membunuh, 
karena akan menimbulkan dendam.

Jangan berzinah, 
karena akan mendatangkan amarah.

Jangan mencuri, 
karena akan menuai kebencian

Jangan mengucapkan saksi dusta 
tentang sesamamu, 
karena akan menjadi benih sakit hati

Jangan mengingini apa pun 
yang dipunyai sesamamu, 
karena akan memercik 
api perang saudara.

Perang saudara. Sakit hati. Dendam. Kecewa. 
Amarah. Kebencian.

Segala perselisihan itulah yang seharusnya tidak kita ciptakan lewat teguran kita terhadap sesama.

KASIH lah yang meniadakan DOSA.

Tanpa kasih,  
teguran akan menjadi tuduhan. 

Tanpa kasih,  
rangkulan akan menjadi cambukan. 

Tanpa kasih,  
doa akan menjadi teror.

Tanpa kasih,  
dosa akan menutup mata seseorang 
terhadap kebaikan sesama.

Dan aku merasakannya sendiri.

Aku menangis ketika putri tunggalku menjadi apatis dengan iman nya itu.

Aku berontak kepada gereja ketika mereka membuat anak yang pernah kukandung ini berkata sinis : Buat apa ke gereja.

Aku melihat ada yang salah ketika perempuan muda ini secara terang terangan memproklamasikan ketidakperdulian nya pada setiap ayat alkitab.

Tapi aku mengasihi nya.

Anak itu kecewa. Aku juga.
Ekspektasi nya terhadap gereja terlalu tinggi. 
Aku memiliki pengalaman dalam hal ini. 

Dia belum pernah merasakan indah nya pelukan Kasih.  Aku sudah. 

Iman ku terlalu besar untuk menyangkal kekristenan ku

Seperti rusa yang tindu akan aliran air, 
aku  rindu untuk mendengar suaraNya lewat setiap Frrman Nya. 

Aku rindu untuk menyenangkanNya lewat pujian dan penyembahan, 

Aku rindu untuk merasakan hadiratNya di setiap helaan napas ku.

Dan aku pun rindu merasakan KasihNya. 

Walau  bukan lewat mereka yang mengaku  menjadi pengikut Kristus yang sarat dengan ajaran kasih nya, aku rasakan justru lewat orang di luar sana,

Ada rasa malu untuk mengakuinya. 

Bukan karena Yesus ku aku malu. 

Aku bangga akan Dia.  Amat sangat bangga.

Aku malu pada diri ku sendiri. 
Aku malu pada mereka di luar sana. 
Aku malu karena itulah gereja akhir jaman ini.

Kita belajar Alkitab. 
Kita membedah Alkitab.
Kita ikut kelas diskusi Alkitab.
Kita berusaha menemukan Yesus di dalam Alkitab.

Persis seperti yang dilakukan imam imam Farisi dan ahli ahli Taurat.

Dan mereka tidak menemukan Mesias!!
Persis seperti kita tidak melihat Yesus di dalam Alkitab !!

Celakalah kamu, 
hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, 
hai kamu orang-orang munafik, 
karena kamu menutup pintu-pintu 
Kerajaan Sorga di depan orang. 
Sebab kamu sendiri tidak masuk 
dan kamu merintangi mereka 
yang berusaha untuk masuk. 
( Matius 23 :13 )


Karena kita mengandalkan pengetahuan kita tentang Alkitab,  bukan pengalaman kita bareng Yesus.

Di dalam keterpurukan nya di lembah yang paling dalam dan gelap,  Ayub memiliki pengalaman bersama Tuhan nya,  sehingga pada akhir nya dia bisa berkata :

Hanya dari kata orang saja
aku mendengar tentang Engkau, 
tetapi sekarang mataku sendiri 
memandang Engkau. 
( Ayub 42:5 )


DOSA versus KASIH.

DOSA melahirkan tuduhan. 
KASIH membentuk teguran.

Perbedaan tipis 
yang membawa dampak luar biasa,
karena teguran membangun iman,  
tapi tuduhan membinasakan nya.

Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, 
maka Allah akan membinasakan dia. 
Sebab bait Allah adalah kudus 
dan bait Allah itu ialah kamu 
( 1 Korintus 3:17 )


Halleluyah !

Rabu, 23 Januari 2019

S E M U

Seperempat abad yang lalu,  
ketika aku setuju untuk mengucapkan 
janji sehidup semati 
dengan seorang lelaki dengan budaya Tiongkok nya,  
orang tua ku sempat berpesan 
agar tetap bisa mandiri,  
sehingga tidak terjebak 
dalam ji-ngek sa-ngek mereka - 
istilah untuk istri kedua dan ketiga nya.

Ayah ku adalah China peranakan. 
Sementara keluarga ibu ku bahkan menggunakan bahasa nenek moyang mereka dalam keluarga nya.
Sedikit dari mereka yang fasih berbahasa indonesia. 

Aku tertawa mendengar nasihat itu.

Come on.

Ini Indonesia,  bung.  Ini abad ke 20.

Budaya ber poligami adalah budaya dari dinasti Qing di abad ke 16.

Saat itu poligami dianggap sebagai sebuah kebanggaan,  sebuah status sosial. 
Dan para wanita pun bangga dengan status mereka yang bukan istri pertama, karena mereka terpilih dari sekian juta wanita lain.

Sementara istri pertama pun tidak mampu berbuat apa apa, 
kecuali mengikuti keinginan sang suami,  
karena mereka bergantung penuh pada nya. 

Gaya hidup mereka,  gengsi mereka,  
bahkan keluarga mereka pun terjebak dalam gaya hidup dan gengsi yang diciptakan oleh sang menantu.

Mereka lebih suka di madu daripada diceraikan!!!

My God!!

It won't be happen to me. Itu tidak akan terjadi padaku.

Itu tekad ku saat itu.

Belum habis jemari ini menghitung tahun tahun kebersamaan kami ketika aku menyadari arah langkah ku bersama dia.

Dan sebelum aku terjebak lebih dalam sehingga sulit untuk keluar,  aku pun memutuskan buat melangkah sendiri bareng bayi kecil ku.

Prinsip yang berbeda ini,  prinsip yang telah terbaca orang tua ku sedari awal ini,  tampak seperti kerikil tajam pada jalan di hadapan ku.

It is a nightmare!! Aku tidak bisa menerima nya.

Satu hal yang aku tahu : HIDUP ITU INDAH


Dua puluh lima tahun sudah aku jalani.

Sampai akhirnya,  tanpa aku sadari,  tanpa bisa aku hindari,  aku terjatuh dalam pelukan lelaki yang berstatus suami orang.

What the fuck!!!!

Aku benci diri ku sendiri.
But I can't help.

Takdir?  
Destiny?  
Atau itu yang disebut pilihan? 
The choice.

Kalau aku boleh memilih,  

aku memilih untuk tetap sendiri.
Kalau boleh aku memilih,
Aku memilih untuk menjauhi kehidupan sosial.

Semua andai-andai itu pun dimulai dari sebuah KALAU.

Kalau aku boleh memilih, 
Aku memilih untuk tidak menjadi single parent.

Penyesalan kah? 
NOOOO.....


Dari seorang anak mami 
yang tidak memahami arti 
sebuah kehidupan remaja
Menjadi seorang ibu sekaligus ayah
Membuat ku berbeda 
dari perempuan kebanyakan.

Melewati tsunami besar dan gempa bumi
Membuat pondasi ku lebih kokoh 
dari pada seorang Goliath.

Jatuh cinta di usia setengah abad?
Menjadi istri kedua?

S E M U

Hanya itu kata yang tepat.
Kehidupan itu semu.


Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: 
ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran 
yang layak untuk perbuatan orang fasik, 
dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala 
yang layak untuk perbuatan orang benar. 
Aku berkata: "Ini pun sia-sia!"  
( Pengkotbah 8:14 )

Seperti menuai badai 
Layaknya menjaring angin



Karena toh umur manusia terbatas
Kemampuan nya terbatas
Kekuatan nya terbatas
Waktu nya terbatas


Apakah cinta
Apalah benci
Apakah balas budi
Apakah dendam


Ada orang yang menguji mu
Ada yang menggunakan mu
Ada yang mencintai mu
Dan ada yang mengajari mu

Ada pula yang mengeluarkan
semua sisi baikmu
dan mengingatkanmu
Hidup ini layak untuk mu

S E M U


Idealisme pun semu
Kesucian pun semu 
Penderitaan pun semu


Dengan telanjang aku keluar dari rahim ibuku
Dengan telanjang pula aku kembali ke bumi
Dari tanah kembali ke tanah
Dari debu kembali ke debu


S E M U

Tapi bukan KOSONG
Karena hidup ini berarti 
Karena hidup adalah tentang menikmati nya
Adalah tentang menjadi bahagia




Berbahagialah orang yang membawa damai, 
karena mereka akan disebut anak-anak Allah 
( Matius 5:9 )