Minggu, 12 Juli 2020

Kesesakanku yang kedua : KEMUSNAHAN

Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan ( Ayub 5:22 )

Kelaparan sudah ku tertawakan.
Mudah untuk menertawakan kemusnahan,
Karena semua milik ku adalah milikNya.

Itu pikiranku, dulu.

Ketika kita kehilangan 10, kita masih punya 90.
Ketika kita diminta 50, kita masih punya 50.
Ketika tinggal 10, mungkin kita masih bisa tertawa, karena masih memiliki yang 10 itu.
Biar 90 adalah milik kepunyaanNya.

Beberapa dari kita mungkin masih berkata seperti Daud, asalkan "Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!" ( Mazmur 51:11 )

Tapi bila kita diminta 100, 
Dan kita menjadi kosong,
Tidak mudah bagi kita untuk tetap bersyukur.

Financial.Planner
Perencana Keuangan.

Itulah profesi ku selama lebih dari 20 tahun.

Rencana jangka pendek.
Rencana jangka panjang.
Tabungan dan investasi.
Kredit dan modal.
Bahkan pajak dan warisan.

Catatan perjalanan hidupku 
membawaku ke sebuah titik balik
Semua teori dunia rontok di hadapan Sang Pencipta

Mujizat dan bencana
Adalah dua bidang spesialisasiNya
Tidak ada satu pun yang dapat memprediksinya
Tidak ada teori yang dapat merumuskan nya


Tidak pernah terbayang
Bila akan ada waktu nya
Semua itu diambil dalam sekejap
Membuat ku berteriak, 
Di mana keadilanMu ?

Musnah.
Habis.
Tanpa sisa.

Rumah.
Mobil.
Modal.
Tabungan

Musnah hasil jerih payah ku selama 30 tahun.
Musnah usaha ku.
Musnah ladangku.

Pergi pula telinga untuk ku berbagi beban
Tidak ada teman
Tanpa rekan
Tiada sahabat
Tanpa sanak saudara

Aku harus menanggung nya sendiri
Helaan napas ku berat
Dadaku sesak oleh pilu
Mataku perih oleh air mata


Aku bisa merasakan apa yang dirasakan Ayub saat itu
"Apabila aku berpikir: 
Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, 
Tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku, 
maka Engkau mengagetkan aku dengan impian 
dan mengejutkan aku dengan khayal, 
sehingga aku lebih suka dicekik 
dan mati dari pada menanggung kesusahanku. 
Aku jemu, 
aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya." ( Ayub 7:13-16 )

Cukup ??
Belum.

Anak semata wayang ku pun tidak bisa membayar uang kuliah.
Aku harus memanggil nya pulang.
Dia harus kerja pada level terendah sebuah kafe!

Kadang dari pagi hingga malam. 
Kadang pulang jam 12 malam.
Kadang pergi kerja jam 11 malam dan pulang esok hari nya. 
Tidak jarang dia hanya memiliki 4 jam untuk pulang dan tidur!! 


Hati ku sebagai seorang ibu teriris.
Pedih melihat nya. 
Bagai ribuan jarum menusuk-nusuk di dada 

Sakit.
Sedih.
Kecewa pada diriku.
Perasaan gagal sebagai ibu. 
Marah karena tidak bisa melakukan apa apa. 

Musnah harapan ku satu satu nya.
Musnah impian ku akan anak itu.
Musnah cita cita nya.


Satu satu nya yang aku miliki adalah Tuhan ku.
Adalah oksigen yang kuhirup.
Adalah kekuatan matahari.
Adalah penghiburan rembulan.

Wajar kalau aku bertanya pada Sang Pencipta. 
Apa guna nya semua itu? 
Buat apa oksigen itu? 
Apa gunanya matahari buat aku?

Setiap pagi aku takut untuk bangun dari tidurku
Karena jam jam kosong menanti ku
Kesepian menyambutku
Kehampaan menemaniku

Karena bangun dari tidur berarti biaya
Berarti uang untuk makan
Uang untuk berbincang 
Uang untuk terbang ke dunia maya bernama internet

Uang yang sudah lama tidak kulihat. 

Rembulan datang dan pergi. 
Kadang penuh. 
Kadang setengah.
Kadang hanya segaris.

Apa pengaruh nya buat aku?


Aku gak butuh oksigen
Aku gak perlu matahari
Aku gak minta rembulan 
Aku hanya minta pulang ke pelukan Bapa !!

Bukan kah di rumah Bapa ku, 
aku lebih punya makna? 
Bukan kah di singgasana Nya,  
aku bisa menjadi pelayan Nya ?
Bukan kah di belakang langit biru
Lebih berarti untuk ku
Dari pada di bawah langit ini? 

Tapi oksigen itu masih disediakan buat aku !!
Matahari dan rembulan masih setia menemaniku !!

Aku pun lelah untuk bertanya.
Kalau Dia belum mengajak ku masuk ke Rumah Nya,  aku yang akan menarik Nya turun ke rumah ku !!

Itu tekad ku !


Aku paksa Dia untuk turun !!
Aku tarik Dia masuk ke kamar ku !
Aku ikat Dia di pembaringan ku !!

Dan aku pun mencari Nya di Alkitab ku, buku primbon ku satu satu nya. 

"Ya TUHAN semesta alam, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi." ( Yes 37:16 )

Dia bertakhta di atas kerubim !!
Aku pun mencari di mana kerubim itu.
Dan aku menemukannya !

Kerub / kerubim untuk jamak.
Serafim.
Adalah makhluk surgawi yang bersayap.
Penjaga firdaus ( Kej 3:24 )
Pendukung tahta Allah ( Yehezkiel 9:3, 10:1 )

Makhluk bersayap itu mempunyai tugas.
"Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."  ( Wahyu 4:8 )


Mereka menaikkan pujian !!
Pagi
Siang
Malam
Tanpa henti !!

Buat menarik Nya turun dari singgasana Nya,  aku harus melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan, karena Dia ada di sana!! 

Aku pun berteriak!
Kudus, kudus, kuduslah Allah 
Hosanna di tempat yang maha tinggi
Hosanna di hati yang suci 

Lagi !
Kudus, kudus, kuduslah Allah 
Hosanna di tempat yang maha tinggi
Hosanna di hati yang suci 

Lagi !
Kudus, kudus, kuduslah Allah 
Hosanna di tempat yang maha tinggi
Hosanna di hati yang suci 

Dan lagi
Kudus, kudus, kuduslah Allah 
Hosanna di tempat yang maha tinggi
Hosanna di hati yang suci 

Sampai akhir nya pujian itu menjadi rhema
Menjadi denyut nadi ku
Menjadi napasku
Menjadi sukacita ku

"Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau." ( Ayub 42:5 )


Hingga satu kali,  tiba tiba seorang rekan datang dan bersedia mensponsori kuliah anak semata wayang ku  hingga selesai !

Puji Tuhan !!

Anak ku tidak perlu lagi menjalani hari hari penuh air mata nun jauh di sana
Dia bisa kembali fokus pada pendidikan nya
Harapan itu kembali !!

Bersama dengan sebuah peluang usaha
Membuat kesesakan kami terangkat.
Walau kami harus mulai lagi dari nol

Tuhan yang memberi
Tuhan yang mengambil
Tugas ku hanya mengikuti kehendakNya
Hari lepas hari

Kesesakan kedua ini, kemusnahan, tidak mendatangkan malapetaka bagi kami,  sesuai dengan janji Nya. 

"Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka." ( Ayub 5:19 )

Puji Tuhan!! 

Dia hidup !
Dia ada !
Dia hadir !
Dia setia !
Dia lah Tuhan ku,
Khalik langit dan bumi
Tuhan yang Esa

Yang aku kenal dengan nama Yesus Kristus !!
Yang mau turun ke dunia demi aku !
Yang bersedia disiksa ganti aku !
Yang mati disalib untuk aku !

Yang naik ke Surga 
menyediakan tempat buatku !
Yang akan datang kembali 
Untuk menjemputku pulang

HALLELUYAH !!









Senin, 29 Juni 2020

Kesesakan Pertama ku : KELAPARAN

Kelaparan bukan lah sesuatu yang akan dialami orang Kristen, karena mereka adalah anak anak Tuhan.

Itu keyakinan ku, dulu.
Karena tidak ada bapak yang tidak memberi makan anaknya.

Aku dibesarkan oleh orangtua pengangguran sedari usia kanak kanak. Toh, tidak pernah ada satu hari pun tanpa makanan di atas meja untuk kami empat bersaudara.

Tuhan menjaga dan memelihara kami.

Kelaparan ? No way !!


Sebagai orang yang dilahirkan dalam keluarga Kristen, dididik dengan cara Kristen, dibesarkan, tumbuh dan berkembang dengan cara Kristen, aku belajar banyak dari tokoh-tokoh Alkitab sedari usia sekolah minggu.

Dari Abraham aku belajar tentang iman dan percaya 
Dari Daud aku belajar tentang mengucap syukur Dari Nuh aku belajar tentang ketaatan 
Dari Musa Aku belajar bahwa Tuhanku adalah Tuhan yang melindungi dan mampu melakukan perkara-perkara besar yang ajaib dalam hidupku.

Pelajaran kekristenan ku akhirnya sampai kepada Ayub, di mana aku belajar banyak tentang kesesakan.


Tidak mudah bagiku untuk memahami bagaimana Tuhan mengijinkan berbagai kesesakan datang ,  justru ketika Dia sendiri berkata 

Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya (Zakharia 2:8)

Ketika tabungan habis dan tidak ada dana yang dapat ditarik keluar dari kartu ATM ku, ketika uang yang ada di tangan tinggal rp550 bukan rp550.000 aku masih bisa berkata Tuhan memiliki cara untuk membuat proyekku deal dalam minggu depan.

 
Minggu berikut nya datang tapi proyekku belum juga deal. 

Aku masih bisa berkata Tuhan menjagaku dengan caranya sendiri seperti dia menjaga bangsa Israel di padang gurun.

Roti Manna dan burung puyuh berjatuhan dari langit sebagai pangan bangsa Israel. 
Tiang Awan menaungi mereka dari teriknya sinar matahari padang gurun di siang hari. 
Tiang Api melindungi mereka dari dinginnya Hawa gurun di malam hari.

Dan aku tahu Tuhanku adalah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang disembah bangsa Israel saat itu.

Dia tidak pernah berubah 
Dia yang dulu menjaga bangsa Israel,  Dia yang selalu ada bersamaku, melakukan banyak mujizat dalam kehidupanku,  adalah Dia yang ada juga saat ini.

Dialah Allah Abraham Ishak dan Yakub.

Aku amat sangat yakin akan hal itu sehingga aku tidak gentar.

Tidak ada alasan bagiku untuk tidak percaya.

Hari demi hari berlalu Tuhan izinkan beberapa proyekku mentah.
Uangku tetap rp550 
Tidak kurang tidak lebih.

Aku masih bisa berkata Tuhan sedang mengajakku bermain.

Satu demi satu aku pun kehabisan tanpa mampu membeli nya lagi.

Dimulai dari jaringan internet, alat untuk aku mendapatkan proyek dengan mencari pelanggan.
Aku tidak mampu beli pulsa.
Hubunganku pun putus dengan dunia luar.
Aku ditinggalkan sendiri.


Sendiri.
Kesepian.
Tanpa arah.
Takut.
Khawatir.

Aku hanya memiliki Tuhan ku.
Aku pun berseru padaNya.

Puji Tuhan,  aku punya lebih banyak waktu denganMu.

Bahan makanan di kulkas habis Puji Tuhan aku masih bisa menggoreng tepung bumbu instan sebagai lauk.


Minyak goreng habis puji Tuhan aku masih bisa makan dengan kecap dan garam.

Gas elpiji habis puji Tuhan aku masih bisa menanak nasi.

Beras habis puji Tuhan aku masih bisa ngopi.

Akhirnya kopi pun habis dan aku masih belum bisa membeli apa-apa sementara uangku pun tetap rp550. Tanpa harapan.

Nothing left !


Sudah selesai kah kesesakan ini? 
Belum.

Tuhan masih diam dan tidak berbuat apa-apa.
Aku diijinkan minum air mentah selama 1 bulan.
Aku diijinkannya tidak makan apa-apa selama 8 hari.


Puji Tuhan  penyakit maag ku seperti hilang.
Aku tidak jatuh sakit.
Aku masih bisa berdiri dan menyibukkan diri sambil menunggu malam tiba dan berharap esok paginya aku sudah berada di Rumah Bapa.

Yahhhh.... Bahkan aku takut untuk bangun pagi, karena itu berarti biaya !!

Aku sudah sampai di titik di mana Yesus berteriak di atas kayu salib, "Eli, Eli, lama sabakhtani ?" Tuhanku Tuhanku kenapa engkau meninggalkan aku?

Aku marah.
Aku kecewa.
Aku benci.
Aku protes !!


Aku hanya memiliki Alkitab untuk ku menghabiskan hari demi hari.

Dan Dia menegur aku.

"Bersiaplah engkau sebagai laki-laki; Aku akan menanyai engkau, dan engkau memberitahu Aku. Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu? Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia?"

Aku pun gemetar karena tangis penyesalan.

Yahhhh..... 

Kalau Dia menginginkan matahari terbit dari Timur, siapa yang sanggup melarangNya ?

Bila Dia mengirim badai puting beliung, siapa yang dapat menahanNya ?

Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. ( Wahyu 3:7 )

Dan kisah Yesus pun menguatkan aku.
Yesus pun ditinggalkan Bapa selama 40 hari 40 malam di padang gurun, kelaparan dan kehausan.

Iman ku pun bangkit. 

Ada misi yang dibebankan sedari aku masih dalam kandungan. 

Itu sebab nya aku masih bernapas dan bangkit dari tempat tidur tanpa tau harus berbuat apa,  setiap hari. 

That is miracle !!!
Itulah mukjizat.

Bukan kah Dia berjanji, 
Pada masa kelaparan, engkau akan dibebaskan dari maut. Kelaparan akan engkau tertawakan. (Ayub 5:20'22)

Aku tersentak.
Aku mendapati bahwa masa kelaparan ada di dalam rencana Tuhan pada kehidupan kita.
Dan aku pun tertawa dengan sukacita 
Puji Tuhan !!

Sebuah pengalaman yang luar biasa.
Kesesakan pertama telah aku lewati dan aku baik-baik saja, tidak terkena malapetaka, seperti yang dijanjikanNya.

"Dari enam macam kesesakan aku akan diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam aku tidak akan kena malapetaka."

Tiga hari setelah aku sampai kepada pemahaman ini seorang yang tidak dikenal menawarkan usaha baru untukku tanpa modal.

Orang asing yang tidak pernah mengenal aku sebelumnya bahkan tidak pernah bertemu denganku mempercayakan usaha nya untukku, memberikan ku benih di padang gurun yang gersang !!


Sahabat, ijinkan aku bertanya,  bila bukan Tuhan,  siapa yang mereferensikan nama dan nomor kontak ku kepadanya ?

Halleluyah !!

















Rabu, 24 Juni 2020

Enam Buah Kesesakan

Semua orang Kristen pasti mengenal tokoh yang bernama Ayub.


Seorang laki-laki di tanah Us yang saleh dan jujur; takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
Memiliki 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan, 7000 ekor kambing domba, 3000 ekor unta, 500 pasang lembu, 500 keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, menjadikan nya orang terkaya dari semua orang di sebelah timur. 

Seorang lelaki terkaya di jaman nya, bergelimpang harta dan kesuksesan, namun tetap jujur dan saleh.

Luar biasa !

Bahkan Tuhan sendiri memujinya.
Kepada Iblis Dia bertanya: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."

Iblis tidak menyukainya.

Katanya kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?  
Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." 

Dan Tuhan mengijinkan nya !!
Dengan satu syarat : 
"Segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." 

Ayub pun berada dalam tangan si Iblis.

Dalam satu hari, orang Syeba, orang Kasdim, bahkan api dari langit membakar ribuan ternak dan budak yang dimiliki Ayub. Habis !!!

Pada hari yang sama, tujuh orang anak lelaki nya dan tiga orang anak perempuan nya meninggal dalam sebuah reruntuhan.

Ayub mengutuki Tuhan nya?  Tidak.

Tuhan bangga padanya.
"Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan." 

Dan itu membuat Iblis meminta lebih. 
"Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya.  Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." 

Sekali lagi, Tuhan mengijinkan nya !!
"Dia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya." 

Iblis menghadiahi nya penyakit kulit di seluruh tubuh nya. Busuk. Bernanah. Gatal, hingga Ayub menggaruknya dengan pecahan kaca !!


Kehilangan kesepuluh orang anak nya.
Kehilangan harta benda nya.
Kehilangan kesehatan nya.
Ayub bisa menahan nya, tapi istri nya tidak.
Dia marah pada suami nya. 
Dia marah pada Tuhan nya. 
"Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"

Namun Ayub menolak anjuran tulang rusuk nya itu, bahkan memarahi nya.
"Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?"

Dan ia pun ditinggal sendirian dalam debu dan abu.

Ayub tetap manusia biasa. 
Dia punya rasa sakit, kecewa, marah, takut.
Dia mulai menyesali kelahiran nya.
Tapi dia tidak pernah menyesali Tuhan nya.

"Aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.  Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya."


Bahkan dia berkata, 
"Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.  Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula."

Dia mengenal Tuhan nya, bukan sekedar mengetahui dan mendengar NamaNya.

Dia mengetahui dengan persis, 
"Dari enam macam kesesakan aku akan diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam aku tidak akan kena malapetaka."

Kelaparan
Kemusnahan.
Perselisihan.
Orang orang jahat.
Mereka hanya akan lewat dalam satu episode kehidupan nya.

Ayub tahu, tempat nya berteduh akan aman.

Ayub melihat, keturunan nya akan menjadi banyak, walau saat itu dia telah kehilangan istri dan kesepuluh orang anak nya.

Ayub percaya, Tuhan akan memberikan nya umur panjang, justru ketika dia sedang tersiksa oleh penyakit nya ! Justru ketika dia sedang menyesali kelahiran nya !!


Bagaimana dengan kita ?
Bagaimana dengan ku ?

Bila kita kehilangan semua anak anak kita
Bila harta kita diambil tanpa sisa.
Bila si pasangan meninggalkan kita. 
Bila kesehatan bukan milik kita lagi.

Dan bila semua itu terjadi pada waktu yang sama.

Sanggupkah kita bertahan seperti Ayub ?
Sanggupkah kita percaya seperti Abraham ?
Sanggupkah kita berkata seperti Daud ?
"Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. "








Kamis, 21 Maret 2019

Individu Liberal

Satu kali seorang kawan datang padaku. 

Dia menangis membayangkan kemungkinan pecahnya rumahtangga yang telah dibangunnya lebih dari limabelas tahun. 

Penderitaan nya selama limabelas tahun itu membuat nya tidak berpikir lagi untuk memperbaiki keretakan itu.

Alih alih mencari cara untuk menambal gelas yang pecah,  perempuan ini mencoba membuka pintu untuk masa depan nya bersama tiga orang anak nya yang masih berusia sekolah. 

Dia sudah menyerah. 
Dia merasa paham mereka sudah berbeda sedari awal. 

Dia,  yang dibesarkan dalam lingkungan konservatif traditional religious family, tidak mungkin memiliki arah yang sama dengan suami nya yang berpikir liberal.

Dia mencoba untuk memiliki pemikiran yang sama,  namun tidak membuat nya nyaman. 

Setiap kali mereka bertengkar, paham inilah yang menjadi tameng pembenaran masing masing mereka.

Liberal.
Bebas.
Bebas bersuara.
Bebas berpendapat.
Bebas bertindak.

Aku pun akhirnya kepo dengan paham yang satu ini. 

Seriously ?

Dalam sebuah literatur, aku mendapatkan definisi itu.

Liberalisme berasal dari bahasa Latin yaitu liber yang artinya ‘merdeka’ atau ‘bebas’. Pada awalnya istilah ini merujuk pada manusia merdeka yang terbebas dari perbudakan.

Dan pikiran ku pun berkelana.
Bebas dari perbudakan?  Very good.
Tapi....  Apakah keluarga adalah perbudakan?  
No way !!
Kalau memang keluarga dianggap perbudakan,  tidak akan ada keluarga di dunia barat yang notabene adalah penganut liberalism. 

Nyatanya, tidak sedikit dari keluarga penganut paham liberalism yang bertahan hingga puluhan tahun tanpa pertengkaran yang berarti.

Namun banyak perselingkuhan disembunyikan di balik paham ini.

Liberalism menjadi kambing hitam.
Bila liberalism menghalalkan perselingkuhan, akan banyak pertentangan akan paham ini di belahan dunia manapun. 

Keluarga - keluarga akan dipenuhi dengan pertengkaran dan pertengkaran. 

Suami - suami akan merasa rumah nya bukan surga nya lagi. Istri-istri akan menganggap rumah nya adalah neraka.

Padahal, sebagai human being, 
setiap orang seharusnya 
merasa nyaman di rumah nya sendiri, 
bersama dengan keluarga 
tempat dia menghabiskan masa tuanya.

Suami yang melindungi istri dan anak-anaknya.
Istri yang menjadikan rumah sebagai istananya.
Anak-anak yang bermain tanpa rasa cemas dan takut.

Rasa tentram dan sejahtera.
Ada rasa aman.
Ada rasa tenang.
Ada rasa nyaman.


Kenyamanan, yah, kenyamanan lah yang menjadi kunci segala kebahagiaan di dunia ini.

Bila liberalism tidak dapat memberikan rasa nyaman itu, mungkinkah paham yang satu ini diterima di banyak kalangan?

Bahkan beberapa kalangan ortodoks pun mencoba menerapkan paham yang kontroversional ini ?

Liberalism bicara masalah kebebasan 
tapi memberikan rasa nyaman bagi semua orang.

Bila beda pendapat diutarakan secara bebas,
namun berujung pada pertengkaran
dan rasa tidak terima bagi pihak yang kalah,
itukah liberalism ?

Liberalism bicara tentang kenyamanan bagi setiap kita.
Bila perselingkuhan memberikan rasa nyaman sesaat
dan neraka setelah kembali ke kehidupannya sendiri,
itukah liberalism ?

Keluarga ini menjadi contoh buruknya penerimaan arti liberalism yang sebenarnya.

Sang suami tidak menemukan kenyamanan di rumah nya. 
Mungkin dari cara sang istri berkata dan bertindak. 
Mungkin dari cara nya melayani suami. 
Mungkin dari cara nya berpikir yang membuat suaminya tidak merasa nyaman.

Sang istri tidak menemukan kenyamanan di rumah nya, 
Mungkin dari cara sang suami berkata dan bertindak. 
Mungkin dari caranya melayani istrinya, 
Mungkin dari cara berpikir nya yang membuat istrinya tidak merasa nyaman.

Kronisnya, setiap kali suami nya melangkah keluar dari rumah dengan alasan bodoh : "Karena suami saya liberal." pun diikuti dengan tindakan bodoh yang sama dari sang istri, juga dengan alasan yang sama.

Come on !

Liberalism bukan berarti "sepuluh langkah dari rumah, saya bukan seorang suami." 
Sepuluh langkah, sepuluh meter, sepuluh kilometer sekalipun, rasa nyaman lah yang dicari seorang anak manusia.

Rasa nyaman lah yang selalu membayanginya siang dan malam.
Tidak heran, 
banyak individu yang menganut paham liberalism ini 
memilih untuk hidup sendiri, 
karena di sanalah meraka merasa nyaman 
dan tidak merasa perlu membebani dirinya sendiri. 

Dan mereka tidak perduli apa kata orang.


Sementara beberapa orang lainnya, 
memilih untuk berkeluarga, 
karena di sanalah mereka merasa nyaman. 

Dan mereka tidak merasa terbeban 
dengan memiliki kewajiban dan tanggungjawab 
seorang suami, seorang istri, 
seorang ayah dan seorang ibu.


Penganut paham liberalism 
tidak mengenal kata "membayar harga", 
karena sedari awal mereka mengerti benar 
apa yang disebut kenyamanan. 

Bukan keterpaksaan, 
bukan karena khawatir akan "apa kata orang.", 
bukan karena tuntutan keluarga dan ,masyarakat.

Penganut liberalism paham banget 
arti sebuah kebahagiaan untuk dirinya sendiri, 
bukan kebahagiaan yang mereka lihat pada orang lain.

Individu yang liberal 
adalah individu yang melihat ke depan 
untuk hari yang lebih baik, 
malam yang lebih tenang, 
dan masa depan yang lebih cerah dan tanpa batas 
( Leonard Bernstein )


Hari yang lebih baik selalu menjadi motto para motivator
Masa depan yang lebih cerah dan tanpa batas adalah sebuah impian jangka panjang

Tapi tidak semua orang berani untuk melangkah demi sebuah malam yang tenang untuk menutup hari hari sibuk mereka.

Individu yang liberal berani mengambil langkah tersebut.

Dan ketika kita, yang dikenal dunia sebagai bangsa yang beragama dan memelihara budaya leluhur dan adat ketimuran ini, memilih untuk menjadi individu liberal, mungkin selayaknya kita bertanya dulu kepada diri kita sendiri, paham kah kita arti sebuah kenyamanan dan kebahagiaan?

Karena proses perubahan pasti membawa ketidaknyamanan.
Akan ada banyak pertentangan di dalam keluarga dan rekan ketika kita memutuskan untuk hidup sendiri, misalnya.

Hujan tudingan dan prasangka akan menghujam kita ketika kita memutuskan untuk berbagi kamar dengan lawan jenis untuk meringankan biaya, walaupun kita tidak melakukan apa-apa di dalam sana selain tidur dan bercerita, misalnya.

Bahkan pekerjaan kita pun bisa terancam ketika kita berbicara lantang tentang kecurangan di dalam perusahaan yang mengusik kita dan membuat kita tidak merasa nyaman.

Liberalism adalah tentang membuat dirimu sendiri nyaman, bukan membuat lingkungan kita nyaman.

Itulah kebebasan dari dalam jiwa kita sendiri.


Dua buah pendidikan :
Yang pertama mengajarkan kita 
bagaimana menciptakan 
kehidupan yang layak.
Dan yang lainnya mengajarkan kita 
bagaimana kita menjalani kehidupan ini.










Senin, 18 Maret 2019

Ikatan Alumni, Pentingkah ?

Pertengahan masa puasa pra paskah 2019, sebuah kabar duka tersiar dalam group alumni angkatan kami.

Berita duka..

Jam 09.40 pagi tgl 14 maret 2019, 

telah meninggal dunia Emiritus Guru Sosiologi Smak Santa Maria 
Bp Robby Wohon Tular


Tik tok percakapan di sosmed berlanjut.
Hampir semua mengirimkan ucapan belasungkawa nya.
Beberapa orang membangunkan kembali memori yang telah tidur selama puluhan tahun bersama beliau.
Beberapa lagi berencana untuk ke rumah duka.

Seperti biasa.
Persis seperti ketika group ini menerima berita duka.

Yang membedakan nya adalah kesendirian almarhum di akhir hidup nya.
Yang membedakan nya adalah aura bahu membahu.
Yang membedakan nya adalah sebuah pengumuman singkat.

Bagi Teman2 Alumni baik pribadi maupun grup  
yang ingin berpartisipasi untuk Alm.Pak Robby 
dalam bentuk konsumsi di RD GR ataupun di tempat kremasi Sentong 
dapat memberikan info kepada:
- Sdri. Lxxx Sxxxx
- No hp ^WA : 081xxxxxx

Sepanjang ingatan ku, tidak pernah ada group atau organisasi yang mengumumkan hal seperti itu secara terbuka.


Seketika itu juga,  perhatian ku tertuju ke kota kenangan ini,  Malang.

Khususnya ke rumah duka tempat persemayaman.

Ada sesuatu yang berbeda di sini,
Almarhum bukan satu-satunya guru yang pernah mengajar kami.

Almarhum juga bukan guru pertama yang meninggalkan kami.

Perbedaan yang penulis rasakan ini lah yang mendorong nya untuk meluncur ke kota ini.

Memasuki area parkir,  antara percaya dan tidak,  
dua buah ruangan tampak terang dan terbuka menyambut kedatangan kami.

Deretan bunga papan di depan kedua ruangan itu membuatku yakin,  
di ruangan ini lah,  jenazah pak guru ku itu disemayamkan.

Kaki ku tertahan ketika tidak tampak seorang anggota keluarga pun di sana.

Almarhum terbaring kaku di dalam peti yang tidak didampingi seorang pun.

Tidak ?
Nggak juga sih .....

Satu dua personil berseragam tampak ada di setiap sudut ruangan.

Di antara pengunjung.
Di depan pintu.
Di dekat almarhum.
Di stand sate ayam dan tahu tek di depan ruangan.

Mereka berbicara akrab dengan pengunjung
Mereka tampak mondar - mandir membawa piring-piring sate atau bakso

Mereka berkeliling mengedarkan buku tamu
Mereka memegang kamera.

What is this ?

Keluarga ?

Mereka terlalu sibuk untuk tampak berduka sebagai keluarga almarhum.

Alumnus angkatan berapa sih ?

Come on, beberapa dari mereka malah tampak berbeda generasi !!

Mataku pun berkelana mencari identitas dalam seragam mereka.

Aha !! IKASANMAR !!

Here you are !

Cukup lama sudah nama organisasi ini terdengar tidak asing.
Beberapa postingan nya pun sesekali tampak di timeline salah satu akun sosial media ku.
Satu dua kegiatan yang mereka selenggarakan kerap mampir di mata dan telinga ini.

Dengan Zr. Theresella Karti, kepala sekolah SMAK St Maria Malang hari ini, sebagai penasihat,
organisasi ini tampak mulai menggeliat menunjukan eksistensi mereka.

Playon adalah salah satu agenda yang mereka adakan secara rutin semenjak 2017.

Tapi baru hari ini, di sebuah ruangan rumah duka, dari dalam peti nya, alm. pak Robby seakan mengajak kita untuk tidak melupakan rumah tempat kita dibesarkan, dibentuk, dididik, dan ditempa sebelum memasuki kehidupan yang sebenarnya.


Sekolah Menengah Atas adalah tempat paling rawan untuk seorang remaja.

Tangan dingin seorang guru di sekolah dan pelukan hangat sebuah keluarga di rumah, bagaikan dua tangan maya yang mengukir nya menjadi seorang manusia.


Tanggungjawab dan kewajiban seringkali menahan langkah kita untuk berhenti sejenak dan kembali menengok kedua  tempat tersebut, rumah dan sekolah.

Puji Tuhan, beberapa orang diberikan hati untuk menggali dan memelihara memori di sana, SMA St Maria Langsep Malang, sekolah tempat kita mengintip kehidupan di luar sekolah.

Mereka berkumpul
Mereka menuangkan ide
Mereka membentuk organisasi
Mereka bergandengan tangan

Dan mereka merangkul alumnnus lain !!

Ketika ada satu dua orang tamu  mencari tempat duduk dan diam seorang diri tanpa bersosialisasi dengan kiri kanannya yang sebagian besar adalah para alumnus Santa Maria Langsep Malang juga, salah satu dari mereka mendekat, menjabat tangan nya dengan hangat dan menyapa, "Dari angkatan berapa ?"

Mereka berbincang.
Mereka berbicara,
Dan mereka mencatat data nya.
Tanpa mempedulikan dari angkatan berapa.

Luar biasa !!

Kekaguman itu pun tercetus dari salah seorang alumnus di dalam message  nya

Saya tak pandai berkata kata, 
saya tidak mahir menulis 
tapi saya akan coba mengungkapkan 
rasa KAGUM dan SALUT saya 
kepada IKASANMAR yang saya cintai.

Mulai dari Pak Robby sakit, 
dibawa ke RS Lavalete, 
kemudian karena peralatan yang kurang memadai 
sehingga dipindah ke RSUDSaiful Anwar.

Akhirnya Pak Robby menghembuskan nafas terakhir, 
jenazah disemayamkan di Gotong Royong, 
memilihkan peti, 
penentuan dikubur/ kremasi, 
penentuan saat kremasi, 
memberikan kesempatan pada para tamu 
untuk memberikan penghormatan terakhir pada Pak Robby, 
menyewakan bus untuk yang mengantar ke krematorium, 
dll dll dll , semua hal tersebut diatas 
tidak luput dari campur tangan IKASANMAR

Menurut saya pribadi ini hal yang sangat LUAR BIASA
Kalian luar biasa patut diacungi jempol,

Apresiasi, terima kasih, 
ucapan syukur pada Tuhan yang maha penyayang dan pengasih 
dan bagi IKASANMAR


IKASANMAR
Ikatan Keluarga St. Maria Malang

Ikasanmar bukan hanya milik segelintir orang
Ikasanmar milik setiap kita yang pernah sekolah di sana,
SMAK St. Maria Langsep Malang.

Ketika detik bergerak dan tahun berganti,
Kehidupan membawa kita menjauhi masa remaja
Kesempatan pun belum tentu datang kembali.

Selagi ada waktu, kayuh sepedamu
berputar arah dan kembali ke
Jalan Raya Langsep Malang 
di sebuah tempat yang bernama

SMAK St. Maria 



NEVER FORGET YOUR WAY BACK HOME