Minggu, 06 Desember 2015

Kenangan si Putih Abu Abu


Orang bilang, masa SMA adalah masa yang paling indah dalam hidup ini.

Namanya anak yang baru gede, anak yang sudah merasa gede, anak yang mencoba untuk gede, anak yang sok gede.....

Apapun istilahnya, masa-masa ini adalah masa-masa di mana seseorang nggak bisa lagi dibilang anak kecil.

Susah dilarang, guys !! Itu cirinya. Tapi juga nggak bisa dibiarkan begitu aja kan?!

Rabu, 17 Juni 2015

Oh, jantung hatiku..........

Suatu siang, kamis, 11 Juni 2015, di kota dingin Malang

Bener-bener hari yang luar biasa bagi penulis.

Setelah menghabiskan hari dan malam bareng sang permata hati di luar kota,
Sejenak melepaskan lapar dan dahaga di sudut mall terbesar di sana,
Kelelahan menyelinap di antara kami

Napas pun tersengal-sengal layaknya menyelesaikan lari marathon
Capek....... Lelah..... Letih......
Seakan nggak mampu lutut ini menahan beban tubuh

Dan .... Bakk !!

Alamaaaakkkkkk........
Setan apa yang memukul dada ini ?
Nyeri banget rasanyaaa......

Semua berlangsung cepat, cepat sekali......
Sampai kemudian, seseorang memberi kabar:
Serangan Jantung

OMG !!!!
Pembunuh nomor satu di dunia ini 
doyan juga  ama orang bandel yah?!
Biiiuuhhhh.............

Dan....
malam yang nggak terlupakan pun
terpaksa dilewati

Terbaring di ruang ICU
dengan semua peralatannya

Terikat kabel di tangan dan kaki,
kiri dan kanan

Dengan ditemani detak suara mesin pemicu

Hiiii........

It's really a nightmare, guys !!

Belum sempat berpikir how come,
tak kuasa penulis menolak pengalaman lain :
Berjalan di awan !

 

Yahhh...... berjalan di atas awan....

Nooo...... Melayang di atas awan, tepatnya

Terasa lembut menyentuh jemari ini
Namun dingin bagai salju

Dan.....
seseorang melambaikan tangannya di kejauhan sana !

Oh noooo...... dia kan dah almarhum !!

Bayangan seorang gadis belia memaksa penulis untuk berteriak menolak ajakan itu !!

God !! I still wanna live !!

And I'm back !

Thanks God !!

Bener-bener pengalaman luar biasa, sobat !
Amit - amit dahhhhh...... Jangan sampai terulang lagi.....

Sebagai orang asuransi, penulis memahami banget apa itu serangan jantung
Salah satu dari empat penyakit kritis.
Pembunuh nomor satu di dunia menurut versi WHO.
Data WHO menyebutkan : 3 dari 10 kematian di dunia disebabkan karena penyakit ini !

Hiiii.... sereeeemmmmmm..........

Padahal, setelah nanya mbah Google, 
gejala awal dah dirasakan penulis lhooo..... 
tapi selalu dianggap enteng, 
seperti rasa sakit di kepala, 
atau bahkan bagian tubuh lain, 
seperti tangan, punggung, bahu, 
siku, leher, 
yang kadang kita anggap masuk angin 
dan cukup di kerok kan - Jawa banget tuhhh......


Terus gampang capek, nah luuu......
Bukan karena faktor U, alias Umur, kawan.
Ingat, itu adalah salah satu gejala sakit jantung !

Nyeri dada, sesak napas, mual....... 
belum tentu karena maag lhooo.... 
Waspadai lho, guys !

Oya.... sering gemetar kalau denger orang berteriak gak?
Atau bahkan mendengar seseorang berbicara dengan nada tinggi?
Itu juga salah satu gejalanya tuhhh....

Buruan check up ya guys.....

Belum lagi rasa khawatir yang berlebihan, 
ketakutan yang nggak perlu, cemas yang luar biasa.
Gejala nya dah mulai keliatan tuhhh....

Alih-alih menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran negatif, 
kenapa nggak kita ganti aja dengan sesuatu yang positif sih?

Kasihan jantung kita,
my heart, kata orang bule.

Dalam bahasa Indonesia,
my sweetheart diterjemahkan kekasih hatiku kan ?!

Padahal hati itu adalah liver.
Dua hal yang sangat berbeda.


Anyway.....

Jaga jantung kita yukkk.....
Jaga hati kita.....
Bersihkan hati, bersihkan raga pula.....

Karena hidup ini indah, kawan
Terlalu indah untuk disia-siakan
Terlalu berharga untuk dinilai dengan materi

Sungguh nggak ternilai oleh apapun
Ketika kita menyadari
Betapa ada seseorang yang mencintai kita
Ada dia yang nggak bisa hidup tanpa kita
Ada mereka yang membutuhkan kita

So, tersenyumlah, sobat
Dan dunia akan tersenyum bersamamu







Kamis, 28 Mei 2015

Pojok IB : Catatan Seorang Konglemerat

Oleh : Bob sadino ( 1933 - 2015 )

• Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan. 
Tapi rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.

• Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dengan gizi seimbang dan olahraga yang teratur, itulah kunci hidup sehat.

• Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.

• Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.

• Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati, tidak tamak dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat.

• Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Tapi setia kawan, bijaksana, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat.

• Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

Hidup kita itu sebaiknya ibarat “bulan & matahari”

Dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. 

Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. 

Diterimakasihi atau tidak, ia tetap “berbagi”.

 

Jika kita bilang kita susah, 
banyak orang yang lebih susah dari kita. 

Jika kita bilang kita kaya, 
banyak orang yang lebih kaya dari kita. 

Di atas langit, masih ada langit. 

Suami, istri, anak, jabatan, harta adalah "titipan sementara". 

Itulah kehidupan.

Nikmatilah hidup selama kita masih memilikinya 
dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaan kita! 
Karena kita tidak akan tahu 
kapan Tuhan akan datang 
dan mengatakan pada kita, “Ini saatnya pulang!”
memaksa kita meninggalkan apa pun yang kita cintai, 
dan kita banggakan, 
serta sombongkan

Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua

Kamis, 09 April 2015

Pojok IB : Sang Waktu



Setia berjalan tanpa perduli

Tanpa menghiraukan sekelilingnya

Tanpa mau mendengarkan siapapun

Tapi apapun dan siapapun di sekelilingnya

Selalu meratap bila dia telah berlalu

Itulah Sang Waktu


Jam kehidupan kita hanya diputar sekali saja.
Tak seorangpun sanggup mengatakan kapan jarum jam ini akan berhenti.

☑ Besok
☑ Bulan
☑ Tahun
Hari ini, 9 April 2015, nggak akan pernah dateng lagi, kawan......

Kalaupun ada 9 April - 9 April lainnya, tahun di mengikutinya pasti akan berubah.... 2016, 2017, 2018......

Apalagi, 9 April 2015 pukul 16.10, saat tulisan ini dibuat.

SEKARANG adalah satu-satunya waktu yang kita miliki.

So. manfaatkanlah, sobat......
Untuk kekasih mu.....
Untuk masa depanmu.....
Untuk buah hatimu......
Untuk dirimu sendiri......

Dan jangan pernah menunda apapun yang bisa kita lakukan SEKARANG, karena esok belum tentu masih ada kesempatan. Setiap saat jarum jam itu dapat berhenti !


Jangan bangga dengan handphone canggih, 
karena alat komunikasi yang boleh menyelamatkan kita adalah DOA

Jangan bangga dengan rumah mewah, 
karena rumah terakhir kita adalah KUBUR


Jangan bangga dgn title/gelar, karena title kita yang terakhir adalah ALMARHUM

Jangan bangga dengan wajah yang cantik/handsome, karena wajah kita yang terakhir adalah TENGKORAK

Jangan bangga dengan kereta mewah ANDA, karena kereta terakhir ANDA adalah KERANDA JENAZAH

Jangan Sombong dengan Tempat tidur,  karena tempat tidur kita yang terakhir adalah tanah


BANGGALAH dengan Sang Pencipta kita, karena segala pemberian yang baik berasal daripada Nya....


Ku tak membawa apapun juga
Saat ku lahir di dunia
Kutinggal semua pada akhirnya
Saat ku kembali ke Surga





Kamis, 05 Maret 2015

Sebuah Batas Tipis

Tahun baru Imlek sudah selesai dua minggu lalu, kawan.

Hiasan-hiasan untuk menghormati saudara kita dari etnis Tionghoa pun sudah diturunkan, disimpan untuk digunakan lagi tahun depan. Dan serangkaian acara tahun baru ini pun ditutup dengan Festival Cap Go Meh, perayaan purnama pertama dalam tahun yang baru,  yang jatuh pada malam ke lima belas / cap go meh ini, merupakan akhir dari rangkaian acara tahun baru etnis Tionghoa.

Dilakukan dengan 
sembahyang penutupan tahun baru 
dan pemujaan kepada leluhur,  
rakyat Tiongkok senantiasa 
memasang lampion berwarna-warni, 
sehingga beberapa kalangan menyebutnya 
dengan Hari Raya Lampion. 

Konon, malam itu mereka merayakan penobatan seorang kaisar di jaman dinasti Han.

Selain menikmati keindahan lampion berwarna-warni, rakyat biasa disuguhi pula  dengan banyak sekali hiburan , seperti pertunjukan tari yangge / tarian khas penduduk Tiongkok utara, dan tari singa, atau yang sering disebut dengan istilah barongsai.


Semua orang bergembira pada saat itu.
Tua muda, lelaki atau perempuan. Anak-anak dan para orang tua.

Bahkan juga para penonton yang tidak ikut merayakannya, terkesima dan senantiasa menunggu festival ini dari tahun ke tahun.



Festival Cap Go Meh ini emang selalu mampu mengundang rasa penasaran kita, kawan.....

Bahkan juga di tanah air kita ini, guys !
Tahun baru Imlek diselenggarakan pada umumnya selama 15 hari. Hari raya ini, bagi etnis Tionghoa adalah suatu keharusan untuk melaksanakan pemujaan kepada leluhur, seperti, dalam upacara kematian, memelihara meja abu atau lingwei (lembar papan kayu bertuliskan nama almarhum leluhur), bersembahyang leluhur pada hari Ceng Beng (hari khusus untuk berziarah dan membersihkan kuburan leluhur).
Pada hari Cap Go Meh, tanggal 15 Imlek saat bulan purnama, Umat melakukan sembahyang penutupan tahun baru pada saat antara Shien Si (jam 15:00-17:00) dan Cu Si (jam 23:00-01:00). Upacara sembahyang dengan menggunakan Thiam hio atau upacara besar ini disebut Sembahyang Gwan Siau (Yuanxiaojie). Sembahyang kepada Tuhan adalah wajib dilakukan, tidak saja pada hari-hari besar, namun setiap hari pagi dan malam, tanggal 1 dan 15 Imlek dan hari-hari lainnya.
- See more at: http://www.sendokgarpu.com/index.php/articles/food/1901-Latar-Belakang-dan-Sejarah-Perayaan-Cap-Go-Meh-#sthash.6JneWacf.dpuf

Tengok saja Singkawang, salah satu kabupaten di daerah Kalimantan Barat.
Rakyat berduyun-duyun menyaksikan festival yang dilakukan oleh saudara-saudaranya dari etnis Tionghoa itu.

Sementara di tanah Jawa, keluarga keturunan Tionghoa menghidangkan lontong cap go meh.

Terinspirasi ketupat hari raya Idul Fitri, masyarakat Tionghoa pesisir utara Jawa ini pun mengadaptasi masakan khas jawa,  lontong sayur, sebagai hidangan wajib di setiap akhir perayaan tahun baru mereka lho.....  sebuah bukti tradisi yang telah menyatu dalam darah mereka.....

Kuah santan opor ayam nya, 
sambal goreng ati empela nya,  
lodeh terong nya, 
kadang lodeh nangka muda, 
dengan bumbu abing / kelapa sangrai, 
bubuk kelapa nya....
juga bubuk kedelai nya...... 
hmmmmm....... 
terasa menyatu sempurna 
di lidah kita...... 
lidah Indonesia ....


Selain moyang mereka mempelajari
hidangan khas masyarakat Indonesia,
seperti lontong sayur ini,
mereka pun mengerti bagaimana
menjadi lebih Indonesia
dengan menggunakan busana khas Indonesia,
kain dengan kebaya nya, guys !!

Mereka mempelajari proses nya
Memegang canting nya
Menorehkan lilin untuk sepucuk kain batik
Dan menuangkan goresan budaya Tionghoa di atasnya
Naga nya... warna cerahnya... Nuansa nya....
Guratan lekuk garisnya....

Begitu harmonis !!
 
Alhasil, batik encim, istilah yang berasal dari dialek hokkian, cicik, yang berarti wanita yang dituakan, menjadi salah satu asset budaya bangsa ini.

Dari segi pertunjukan, yuk kita tengok pertunjukan khas kita, wayang kulit, dengan tokoh punakawan nya. Itupun ternyata dipelajari oleh mereka, guys !!

Alkisah, adalah seorang cina peranakan bernama Gan Thwan Sing, yang melihat indahnya "perkawinan" kedua budaya ini, kawan,  karena di negara nya sana, wayang pun ternyata ada lho.....

Mereka menyebutnya Wayang Potehi,
yang berasal dari Fujian, salah satu daerah di Tiongkok,  Berasal dari kata pou 布 (kain), te 袋 (kantong) dan hi 戯 (wayang).

Sekilas mirip wayang golek di sini, kawan....


Sehingga lahirlah Wayang Cina Jawa  di awal 1900 an.

Sedikit berbeda dengan wayang kulit,  
Wayang Cina Jawa ini awalnya 
tidak memiliki tokoh-tokoh konyol atau 
banyolan layaknya Semar, Petruk, Bagong dan Gareng. 

Namun kemudian Gan Thwan Sing menciptakan juga 
tokoh-tokoh tersebut dengan busana dan tata rambut bercorak Tionghoa kuno, 
namun tanpa tokoh Semar, 
karena Gan sangat memahami tokoh Semar ini 
merupakan lambang kemuliaan bagi orang Jawa yang sakral 
dan sangat filosofis serta khas Jawa, 
sehingga tidak memiliki padanan dalam budaya lain.  




Sebuah karya yang luar biasa !

Lahir dari  keluarga Cina peranakan tanah Jawa,
 mereka seakan ingin mengatakan, 
"Kami adalah putra dan putri Indonesia"

Yah.... Cina peranakan daerah ini adalah putra / putri Indonesia, kawan !

Mereka lahir di Indonesia, 
dibesarkan di lingkungan Indonesia, 
memakan makanan yang berasal dari tanah Indonesia, 
meminum air dari bumi Indonesia, 
menghirup oksigen dari udara Indonesia, 
dan kelak pun akan menyatu dengan tanah Indonesia.......

Mereka bangga menjadi bagian dari bangsa yang besar ini !

Welcome, my friends
Mari bersama kita bangun negara ini 
tanpa harus menjadi kacang yang lupa pada kulitnya