Kamis, 09 April 2015

Pojok IB : Sang Waktu



Setia berjalan tanpa perduli

Tanpa menghiraukan sekelilingnya

Tanpa mau mendengarkan siapapun

Tapi apapun dan siapapun di sekelilingnya

Selalu meratap bila dia telah berlalu

Itulah Sang Waktu


Jam kehidupan kita hanya diputar sekali saja.
Tak seorangpun sanggup mengatakan kapan jarum jam ini akan berhenti.

☑ Besok
☑ Bulan
☑ Tahun
Hari ini, 9 April 2015, nggak akan pernah dateng lagi, kawan......

Kalaupun ada 9 April - 9 April lainnya, tahun di mengikutinya pasti akan berubah.... 2016, 2017, 2018......

Apalagi, 9 April 2015 pukul 16.10, saat tulisan ini dibuat.

SEKARANG adalah satu-satunya waktu yang kita miliki.

So. manfaatkanlah, sobat......
Untuk kekasih mu.....
Untuk masa depanmu.....
Untuk buah hatimu......
Untuk dirimu sendiri......

Dan jangan pernah menunda apapun yang bisa kita lakukan SEKARANG, karena esok belum tentu masih ada kesempatan. Setiap saat jarum jam itu dapat berhenti !


Jangan bangga dengan handphone canggih, 
karena alat komunikasi yang boleh menyelamatkan kita adalah DOA

Jangan bangga dengan rumah mewah, 
karena rumah terakhir kita adalah KUBUR


Jangan bangga dgn title/gelar, karena title kita yang terakhir adalah ALMARHUM

Jangan bangga dengan wajah yang cantik/handsome, karena wajah kita yang terakhir adalah TENGKORAK

Jangan bangga dengan kereta mewah ANDA, karena kereta terakhir ANDA adalah KERANDA JENAZAH

Jangan Sombong dengan Tempat tidur,  karena tempat tidur kita yang terakhir adalah tanah


BANGGALAH dengan Sang Pencipta kita, karena segala pemberian yang baik berasal daripada Nya....


Ku tak membawa apapun juga
Saat ku lahir di dunia
Kutinggal semua pada akhirnya
Saat ku kembali ke Surga





Kamis, 05 Maret 2015

Sebuah Batas Tipis

Tahun baru Imlek sudah selesai dua minggu lalu, kawan.

Hiasan-hiasan untuk menghormati saudara kita dari etnis Tionghoa pun sudah diturunkan, disimpan untuk digunakan lagi tahun depan. Dan serangkaian acara tahun baru ini pun ditutup dengan Festival Cap Go Meh, perayaan purnama pertama dalam tahun yang baru,  yang jatuh pada malam ke lima belas / cap go meh ini, merupakan akhir dari rangkaian acara tahun baru etnis Tionghoa.

Dilakukan dengan 
sembahyang penutupan tahun baru 
dan pemujaan kepada leluhur,  
rakyat Tiongkok senantiasa 
memasang lampion berwarna-warni, 
sehingga beberapa kalangan menyebutnya 
dengan Hari Raya Lampion. 

Konon, malam itu mereka merayakan penobatan seorang kaisar di jaman dinasti Han.

Selain menikmati keindahan lampion berwarna-warni, rakyat biasa disuguhi pula  dengan banyak sekali hiburan , seperti pertunjukan tari yangge / tarian khas penduduk Tiongkok utara, dan tari singa, atau yang sering disebut dengan istilah barongsai.


Semua orang bergembira pada saat itu.
Tua muda, lelaki atau perempuan. Anak-anak dan para orang tua.

Bahkan juga para penonton yang tidak ikut merayakannya, terkesima dan senantiasa menunggu festival ini dari tahun ke tahun.



Festival Cap Go Meh ini emang selalu mampu mengundang rasa penasaran kita, kawan.....

Bahkan juga di tanah air kita ini, guys !
Tahun baru Imlek diselenggarakan pada umumnya selama 15 hari. Hari raya ini, bagi etnis Tionghoa adalah suatu keharusan untuk melaksanakan pemujaan kepada leluhur, seperti, dalam upacara kematian, memelihara meja abu atau lingwei (lembar papan kayu bertuliskan nama almarhum leluhur), bersembahyang leluhur pada hari Ceng Beng (hari khusus untuk berziarah dan membersihkan kuburan leluhur).
Pada hari Cap Go Meh, tanggal 15 Imlek saat bulan purnama, Umat melakukan sembahyang penutupan tahun baru pada saat antara Shien Si (jam 15:00-17:00) dan Cu Si (jam 23:00-01:00). Upacara sembahyang dengan menggunakan Thiam hio atau upacara besar ini disebut Sembahyang Gwan Siau (Yuanxiaojie). Sembahyang kepada Tuhan adalah wajib dilakukan, tidak saja pada hari-hari besar, namun setiap hari pagi dan malam, tanggal 1 dan 15 Imlek dan hari-hari lainnya.
- See more at: http://www.sendokgarpu.com/index.php/articles/food/1901-Latar-Belakang-dan-Sejarah-Perayaan-Cap-Go-Meh-#sthash.6JneWacf.dpuf

Tengok saja Singkawang, salah satu kabupaten di daerah Kalimantan Barat.
Rakyat berduyun-duyun menyaksikan festival yang dilakukan oleh saudara-saudaranya dari etnis Tionghoa itu.

Sementara di tanah Jawa, keluarga keturunan Tionghoa menghidangkan lontong cap go meh.

Terinspirasi ketupat hari raya Idul Fitri, masyarakat Tionghoa pesisir utara Jawa ini pun mengadaptasi masakan khas jawa,  lontong sayur, sebagai hidangan wajib di setiap akhir perayaan tahun baru mereka lho.....  sebuah bukti tradisi yang telah menyatu dalam darah mereka.....

Kuah santan opor ayam nya, 
sambal goreng ati empela nya,  
lodeh terong nya, 
kadang lodeh nangka muda, 
dengan bumbu abing / kelapa sangrai, 
bubuk kelapa nya....
juga bubuk kedelai nya...... 
hmmmmm....... 
terasa menyatu sempurna 
di lidah kita...... 
lidah Indonesia ....


Selain moyang mereka mempelajari
hidangan khas masyarakat Indonesia,
seperti lontong sayur ini,
mereka pun mengerti bagaimana
menjadi lebih Indonesia
dengan menggunakan busana khas Indonesia,
kain dengan kebaya nya, guys !!

Mereka mempelajari proses nya
Memegang canting nya
Menorehkan lilin untuk sepucuk kain batik
Dan menuangkan goresan budaya Tionghoa di atasnya
Naga nya... warna cerahnya... Nuansa nya....
Guratan lekuk garisnya....

Begitu harmonis !!
 
Alhasil, batik encim, istilah yang berasal dari dialek hokkian, cicik, yang berarti wanita yang dituakan, menjadi salah satu asset budaya bangsa ini.

Dari segi pertunjukan, yuk kita tengok pertunjukan khas kita, wayang kulit, dengan tokoh punakawan nya. Itupun ternyata dipelajari oleh mereka, guys !!

Alkisah, adalah seorang cina peranakan bernama Gan Thwan Sing, yang melihat indahnya "perkawinan" kedua budaya ini, kawan,  karena di negara nya sana, wayang pun ternyata ada lho.....

Mereka menyebutnya Wayang Potehi,
yang berasal dari Fujian, salah satu daerah di Tiongkok,  Berasal dari kata pou 布 (kain), te 袋 (kantong) dan hi 戯 (wayang).

Sekilas mirip wayang golek di sini, kawan....


Sehingga lahirlah Wayang Cina Jawa  di awal 1900 an.

Sedikit berbeda dengan wayang kulit,  
Wayang Cina Jawa ini awalnya 
tidak memiliki tokoh-tokoh konyol atau 
banyolan layaknya Semar, Petruk, Bagong dan Gareng. 

Namun kemudian Gan Thwan Sing menciptakan juga 
tokoh-tokoh tersebut dengan busana dan tata rambut bercorak Tionghoa kuno, 
namun tanpa tokoh Semar, 
karena Gan sangat memahami tokoh Semar ini 
merupakan lambang kemuliaan bagi orang Jawa yang sakral 
dan sangat filosofis serta khas Jawa, 
sehingga tidak memiliki padanan dalam budaya lain.  




Sebuah karya yang luar biasa !

Lahir dari  keluarga Cina peranakan tanah Jawa,
 mereka seakan ingin mengatakan, 
"Kami adalah putra dan putri Indonesia"

Yah.... Cina peranakan daerah ini adalah putra / putri Indonesia, kawan !

Mereka lahir di Indonesia, 
dibesarkan di lingkungan Indonesia, 
memakan makanan yang berasal dari tanah Indonesia, 
meminum air dari bumi Indonesia, 
menghirup oksigen dari udara Indonesia, 
dan kelak pun akan menyatu dengan tanah Indonesia.......

Mereka bangga menjadi bagian dari bangsa yang besar ini !

Welcome, my friends
Mari bersama kita bangun negara ini 
tanpa harus menjadi kacang yang lupa pada kulitnya


Jumat, 20 Februari 2015

Mengenal Budaya Tahun Baru IMLEK

Budaya Tionghoa selalu menarik untuk dipelajari.

Mungkin karena kita selalu bersinggungan dengan bangsa yang satu ini ya kawan... di belahan bumi manapun. Kata orang yang pinter ngitung, seperlima penduduk dunia ini adalah bangsa Tionghoa, atau seperlima belahan bumi ini dihuni oleh mereka yah?

Anyway, budaya Tionghoa sarat dengan pembelajaran tentang kehidupan ini lho guys....
Nggak heran kalau ada pepatah, belajarlah sampai ke negeri China.

Dan yang paling mudah dikenali dari bangsa ini adalah ketika mereka merayakan tahun baru nya, yang kita kenal dengan nama IMLEK, yang digelar hampir di tiap negara.

Simak aja salah satu tulisan seorang mahasiswa hukum international nihhh......
http://komahi.umy.ac.id/wp-content/uploads/sites/88/2011/02/perayaan-imlek-di-berbagai-negara.jpg







Salah satu tradisi yang paling diingat penulis adalah agenda makan malam bersama / Thuan Yen Huan, di malam tahun baru itu, Sa Cap Me ( San Shi Wan ) kawan...

Semua kerabat berkumpul !!
Tua, muda, lelaki atau perempuan, dari dua, tiga, bahkan empat generasi !!
Benar-benar meriah !
Seharian penuh mempersiapkan diri dan perut ini untuk menghabiskan semua makanan yang bakal disajikan, sobat !

Bukan cuman semacam atau dua macam ala lhooo..... bisa-bisa semua kemampuan memasak mereka keluarkan untuk malam yang datang setahun sekali ini !


Jeruk, buah yang selalu ada 
dalam perjamuan ini dari tahun ke tahun, 
ternyata melimpah di negara asalnya, kawan. 
Bukan tanpa arti dan harapan, 
jeruk mandarin sengaja disajikan 
dengan harapan 
akan kekayaan dan keberuntungan 
di tahun yang baru nanti.

Mie..... so pasti !
Selain merupakan menu favorit bangsa ini,
mie pun melambangkan umur panjang
Kata para orang tua sih,.....
mie ini nggak boleh dipotong ketika dimakan, guys,
makanya nggak disantap menggunakan sendok atau garpu.

Terus, ikan sebagai lauknya,
atau ayam.
Senantiasa disajikan secara utuh, untuk menggambarkan kelimpahan yang utuh, bener-bener berkelimpahan di tahun ini dehhhh..... itu harapan dan doa nya, kawan

Oya, bebek !!
Lauk yang satu ini pantang dilupain lhooo..... Simbol dari keluhuran budi.
Yah.... kesetiaan dan ketaatan adalah dua hal yang paling utama di dalam hidup ini kan?!



Ada lagi satu santapan wajib, sobat : 
kacang atau kwaci, 
yang nikmat diisengin sambil ngobrol. 
Itupun ternyata bermakna dalam lhooo....... 

Biji-bijian ini melambangkan doa 
agar diberkahi kesuburan 
sehingga keturunannya berlimpah !! 
Nggak heran kalau bangsa Tionghoa ini 
merupakan bangsa terbesar di dunia ya guys.....



Belum lagi kalo cerita tentang si kue suci, yang di sini disebut kue keranjang, biuuhhh......
Nama ini pasti nggak asing di telinga kita dehhh.....
Kue ini dibuat hanya setahun sekali lhooo..... makanya disebut Nian Gao / Kue tahunan.
Sementara suku Hokkian menyebutnya Tii Kwee atau kue manis.



Saat ini banyak kue keranjang yang dibuat seperti membuat dodol, sobat.

Padahal, kue yang disucikan ini, di budaya aslinya sono, benar-benar dibuat dengan passion dan soul yang luar biasa bermakna.

Mereka puasa lhooo..... iya, puasa makan dan puasa tidur !

Selama dikukus 72 jam ( tiga hari tiga malam ), banyak pantangannya, pula !

Apinya nggak boleh padam

Nggak boleh dibuka
Nggak boleh didatengin ama mereka
yang lagi "nggak suci",
seperti perempuan yang lagi datang bulan,
baru melahirkan,
atau mereka yang sedang berkabung.

Bahkan mereka yang baru pulang dari sembahyangan kepada dewa / dewi juga nggak boleh deket-deket.


Soalnya, menurut tradisi nih.... kalau Tian / Allah nggak suka, kue suci ini bisa rusak. Bisa jadi nggak mateng, nggak mengembang bahkan tumpah dari cetakannya. Aneh kan?! Tapi itulah yang terjadi.

Satu lagi tradisi yang nggak terlewatkan pada saat perayaan tahun baru seperti ini : Angpao !

Amplop merah berisi lembaran uang ini selalu ditunggu para kawula muda dan anak-anak, sobat !

Untuk yang memberi,
semakin banyak mereka memberikan nya,
semakin lancar rejeki mereka di tahun yang baru ini.

Terlebih lagi bila mereka memberikannya
kepada para orang tua mereka sebagai balas budi.

Tapi, hanya mereka yang sudah menikah aja yang boleh memberikannya. Percaya atau tidak, pemberian yang dilakukan oleh mereka yang belum menikah akan menjauhkan jodoh mereka lhooo..... Mau coba ?

Benar-benar sebuah budaya yang menarik untuk dipelajari, kawan.
Bekal untuk sebuah kehidupan yang lebih baik.

Anyway.... untuk mereka yang merayakannya : Happy Lunar Year yahhh.........


[恭喜发财]
Gong Xi Fa Cai
may you have a prosperous New Year

[万事如意]
Wan Shi Ru Yi
May all your wishes comes true

[心想事成]
Xin Xiang Shi Cheng
May all your wishes comes true

[生意兴隆]
Shen Yi Xing Long
May you have prosperous business

[年年有余]
Nian Nian You Yu
May you have abudance year after year

[身体健康]
Shen Ti Jian Kang
Wish you always healthy

[吉星高照]
Ji Xing Gao Zhao
Wish your lucky star is always shines bright



Selasa, 10 Februari 2015

Surga Para Pengagum Durian

Buah kontroversi.

Beberapa teman menghindari buah ini sejauh-jauhnya.
Jangan kan makan dan "bertatapan" langsung, nyium aromanya aja dah ngacir.
Bahkan ada yang masih denger ceritanya dah muntah lhooo......

Tapi ada juga yang mati-matian mendapatkannya, kawan
Lembaran mesem merah di dompet sanggup melayang demi secuil daging buah ini lhoooo.....
Luar biasa kan?!

Dan kalau kita menyebut nama buah ini, Durian, yang terpikirkan adalah durian monthong, durian medan,, durian bangka, durian palembang.......

Sementara kalau kita menyebut nama kota Sidoarjo, di selatan Surabaya ini, yang terbayang adalah bandeng asapnya, krupuk udang nya, terasi ikannya, kripik lurjuknya dan setumpuk keamisan lainnya kan?!


Tapi durian di Sidoarjo ? Hmmmm......
 

Tidak seterkenal durian - durian lainnya sihh
tapi nggak bisa diabaikan 
begitu aja 
oleh para pengagumnya 
lhooo......

Belasan pick up 
berisi durian berjejer 
di jalanan utama kota Sidoarjo, guys !! Wowwwwww........

Puluhan pedagang 
menggelar ratusan durian 
di lokasi mereka masing-masing !

Ribuan durian dihabiskan dalam waktu semalam !!
 
Buat para pembenci durian, disarankan untuk tidak melewati jalanan utama kota Sidoarjo yahhh.......
Bahkan tercium di dalam mobil ber AC yang tertutup, sekalipun !

Dan melihat banyaknya pecinta durian menikmati nya di tempat, penulis pun tergoda untuk mampir, setiap kali melewati mereka, kawan !

Ketika durian dibelah,
 biiuhhh......

Gak usah ngomong aromanya dehhh.... 
Itu warna kuning pucatnya.... 
Tebalnya tuh daging.....

Manisnya durian pilihan si pedagang, 
yang bisa dituker kalau kita nggak cocok, lagi !


Harganya ?

Jangan keburu napsu kalau para pedagang ini membukanya dengan harga seratus ribu rupiah per buahnya. Murah sihhh.... Dibandingkan dengan harga durian yang biasa kita bayar di kota-kota besar.

Mereka yang mengaku pandai menawar bisa mendapatkannya dengan harga lima puluh sampai tujuh puluh lima ribu lhoooo......

Beberapa lagi yang menjadi langganan di tempat itu setiap musim durian, ternyata bisa mendapatkannya dengan harga seratus ribu rupiah... untuk lima buah durian, guys !!


Jadi, tunggu apa lagi ?

Mumpung masih musimnya, 
kota ini akan berorama durian 
sampai sebulan ke depan lhoooo...... 

So, let's go for it, buddy !!

Selasa, 27 Januari 2015

Pojok IB : Rahasia Awet Muda

Awet muda ?? Wowww..... siapa yang nggak mau?

Banyak teman.... dicintai dan mencintai...... 
Pencuri perhatian setiap orang...
Bak seorang juri di ajang audisi,
Menonton mereka yang berlomba memenangkan hatinya

Dengan tegak kita melangkah di depan mereka......
bak seorang pramugari, suit, suittttt........
Badan pun melenggang,
tangan terayun dengan indah,  kepala terdongak........

Alas kaki dengan heel tinggi,
busana tanpa lengan sanggup yang membungkus lekukan indah di perut dan pinggang nan ramping..... hmmmmm.......

Nggak ketinggalan sang perjaka.....

Otot biseps yang mengintip dari balutan kaos ketat nya....
Dengan dada yang terbuka separuh, wowwwww......

SEMPURNA !!! Dan itu adalah AKU !!


Tapi itu duluuuuuuu.......  Lama sekaliiii.... Puluhan tahun laluuuuu...... Masa remaja ku......

Sekarang ? Hari ini ???

Website pun dibuka...  Telinga dipertajam..... Mata dibelalakkan..... Dana disiapkan !!

Dari bahan sehari-hari yang sering kita temui di dapur, sampai benang otot

Yaaahhh......otot yang dibuat menjadi benang !!


Agar tetap langsing
Agar keriput berkurang
Agar jalan tegak

Agar senyum tetap manis
Agar mata bercahaya
 
Puluhan lembar mesem pun melayang...... haaddeuuhhh........

Guyssss......

Nggak semua temen main kita yang berhasil mencapai usia kita sekarang lhoooo....
Karena kehidupan ini keras...... Perjuangan ini begitu berat......
Tapi kita masih bisa sejauh ini kan?!

So, nggak berlebihan kalau kita bangga dengan diri sendiri kan?!
Dan kebanggaan yang dibalut dengan rasa percaya diri yang tinggi akan  menjadi sebuah kekuatan yang sanggup mentransfer semangat dan aura ke generasi berikutnya.....


Percaya akan kekuatan senyum kita,
Percaya akan kehangatan cinta kita,
Percaya akan mimpi kita sendiri.....

Dan rahasianya hanyalah satu : STAY YOUNG !!

Caranya ?  Lakukan ketujuh langkah ini setiap hari :

(1). Basuh HATI dan PIKIRAN dengan komunikasi dua arah dengan Sang Pencipta di pagi hari
(2). Oles krim "SYUKUR", sebelum dan sesudah melakukan aktifitas.
(3). Minum jus "SENYUMAN MURNI" sebanyak mungkin sepanjang hari.
(4). Makan nasi "KETULUSAN" dan sayur "KEJUJURAN"
(5). Hindari gorengan "NEGATIVE THINKING"
(6). Nikmati cemilan "CANDA dan TAWA"
(7). Oles krim DOA MALAM dengan "PUJIAN dan PENYEMBAHAN..."

Dijamin tanpa "EFEK SAMPING"